RAHASIA MENGATUR KEUANGAN UNTUK MENCAPAI IMPIAN ANDA

Apakah Anda ingin memiliki mobil mewah yang Anda impikan? Atau Anda ingin berlibur bersama keluarga ke tempat-tempat eksotis? Atau Anda ingin berinvestasi membeli barang-barang modal untuk usaha Anda? Itu semua dapat dilakukan dengan memperhatikan TUJUAN KEUANGAN Anda.

 

Tujuan keuangan dibagi menjadi  tiga jenis, yakni tujuan keuangan jangka pendek, menengah dan panjang. Tujuan keuangan jangka pendek lazimnya berdurasi di bawah 1 tahun. Jangka menengah (3-5 tahun), dan jangka panjang di atas 5 tahun.

 

Dalam berinvestasi, tentunya juga mesti merujuk pada tujuan tersebut. Misalnya tidaklah tepat jika Anda berinvestasi dalam bentuk tanah sebagai tujuan investasi jangka pendek karena harga tanah lazimnya melonjak dalam rentang waktu yang panjang. Jadi, sekali lagi, pilihan investasi tergantung pada tujuan keuangan Anda.

 

Lantas apa tujuan keuangan Anda? Secara umum, tujuan keuangan jangka pendek bisa berupa tersedianya cukup dana untuk membiayai sekolah anak, dana memadai untuk berlibur pada akhir tahun, atau dana untuk uang muka pembelian rumah, mobil, dan sebagainya, tujuan keuangan jangka pendek haruslah bisa dicapai dalam jangka waktu 1 tahun, sudah bisa dinikmati hasilnya pada akhir tahun.

 

 JANGKA PENDEK

 

Tujuan keuangan jangka pendek, katakanlah memperoleh dana memadai untuk berlibur pada akhir tahun. Ini bisa dilakukan secara sangat sederhana, yakni dengan menyisihkan sebagian pendapatan dalam tabungan khusus untuk berlibur. Anda cukup mematok jumlah dana yang hendak Anda capai. Umpamakanlah Rp 12 juta, lalu jumlah tersebut diagi 12, dan kemudian setiap bulan Anda menabung Rp  1 juta.

 

Sayangnya, cara tersebut tidak istimewa. Cara yang lebih baik adalah dengan melakukan investasi berjangka waktu 1 tahun, dengan memperkirakan hasil tertentu dari investasi Anda. Sama seperti contoh diatas, Anda bermaksud memperoleh dana Rp 12 juta pada akhir tahun. Jika hasil yang Anda harapkan sebesar 10%, maka pada awal tahun Anda hanya berinvestasi sebesar Rp 11 juta, sehingga pada akhir tahun Anda akan memperoleh Rp 12,1 juta.

 

Contoh diatas merupakan cara yang konservatif, bisa dilakukan dalam bentuk deposito berjangka. Jika Anda tergolong kalangan yang cukup berani mengambil resiko, Anda juga bisa melakukan investasi di pasar modal untuk jangka pendek dengan motif mendapatkan keuntungan dari saham yang Anda perjualbelikan.

 

Polanya dengan membeli lalu menjual kembali. Begitu seterusnya. Bedanya pada harapan akan hasil. Jika pada deposito berjangka Anda hanya berharap pada hasil 10%, dengan bermain saham tentunya hasil yang diharapkan harus lebih tinggi karena resiko yang besar. Umpamakan hasil yang diharapkan 20% setahun atau 10% selama 6 bulan, maka dana yang Anda investasikan pada saham cukup sebesar Rp 10 juta.

 

Intinya, sederhana saja, apapun pilihan investasi Anda, pada dasarnya adalah cara mencapai tujuan keuangan yang telah Anda canangkan terlebih dahulu, jika tujuan keuangan tersebut hendak dicapai melalui investasi, Anda juga telah mematok berapa tingkat hasil yang hendak diperoleh. Ini tentunya akan membantu Anda menjadi tidak SERAKAH atau lepas kontrol dalam berinvestasi.

 

JANGKA MENENGAH-PANJANG        

 

Lalu bagaimana dengan tujuan keuangan jangka menengah dan panjang? Kapan mesti dilakukan? 

Sama seperti investasi mencapai tujuan jangka pendek, maka tujuan jangka menengah dan panjang juga mesti dilakukan dan dirancang sejak dini. Misalnya 3 tahun mendatang Anda ingin memiliki kendaraan baru. Untuk mewujudkannya Anda mesti melakukan rancangan keuangan sejak saat ini. Hanya saja, hasilnya baru diperoleh 3 tahun mendatang.

 

Caranya macam-macam, Anda perkirakan dahulu berapa harga kendaraan yang hendak Anda miliki 3 tahun mendatang. Jika Anda telah memiliki kendaraan, tentunya kendaraan tersebut akan Anda jual 3 tahun lagi untuk digantikan dengan kendaraan baru.

 

Nah, Anda mesti menghitung berapa kira-kira harga kendaraan Anda jika dijual tiga tahun mendatang, maka Anda akan mendapatkan selisih harga yang mesti Anda tutup. Selisih harga itulah yang menjadi target. Begitu seterusnya untuk tujuan-tujuan keuangan lainnya, termasuk yang berjangka panjang.

 

Sekali lagi, setiap orang mestinya memiliki tujuan keuangan jangka pendek, menengah dan panjang. Setiap tujuan keuangan mesti dicapai melalui investasi yang sesuai.

 

Jadi rahasianya adalah BUAT TUJUAN KEUANGAN ANDA.     

RENUNGAN UNTUK ORANG MUDA

Suatu hari seorang sahabat pergi ke rumah orang jompo atau lebih dikenal dengan sebutan Panti Werdha dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi dengan orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

 

Ketika dia sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata sang sahabat tertumpu pada seorang Opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong. Lalu sang sahabat mencoba mendekati Opa tua tersebut dan mengajaknya berbicara.

 

Perlahan tapi pasti sang Opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si Opa menceritakan kisah hidupnya.

Si Opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal di rumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus. Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai ke luar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi.

Apapun keinginan anak saya, saya usahakan agar terpenuhi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

 

Tibalah dimana kami sebagai orang tua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang mau menemani saya karena mereka semua sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saya memerlukannya.

 

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan bahwa dia akan menjual rumah karena selain tidak efisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengah hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

 

Tapi apa yang saya dapatkan? Setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.

Lalu saya tinggal di rumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan lagi semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan air mata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka ?

 

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dahulu saya kasihi melebihi dari yang lain karena dia dulu adalah anak yang paling memberi kesukacitaan pada kami lebih dari yang lain. Tapi apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di Panti Jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya di sini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

 

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat-sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.

Sejak saat itu sang sahabat selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang Opa.

Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang Opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-kali sang sahabat membawa serta anak-anaknya berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan kita.

Bukankah kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian?

Ingatlah bahwa tanpa ayah dan ibu, kita tidak akan ada di dunia ini dan menjadi seperi sekarang ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.

BISAKAH SEORANG “KUPER” MEMBANGUN JARINGAN BISNIS?

Apakah Anda orang yang kuper alias kurang pergaulan?.., jangan takut Anda tidak sendirian, banyak orang di luar sana yang merasa dirinya kuper…bahkan saya sendiri pun merasa diri sangat kuper…dan saya berusaha mengurangi rasa kuper itu sedikit demi sedikit dengan kiat-kiat sederhana yang saya jalankan berikut ini…so baca terus ya.

Untuk mendapatkan kesuksesan di jaman sekarang ini salah satu ketrampilan yang harus dimiliki seorang pebisnis atau eksekutif perusahaan adalah membangun jaringan atau networking. Networking bukan lagi sekedar ketrampilan yang “nice to have” (bagus untuk dimiliki) tetapi sekarang menjadi “necessary to have” (harus dimiliki). Networking bukan hanya dilakukan dengan pihak eksternal organisasi tetapi juga dengan internal organisasi…misalnya antara boss dengan karyawannya….antara manajer dengan staf nya….harus terbangun networking yang sempurna, bayangkan bila hubungan antara boss dan karyawannya tidak baik….sang boss yang wajahnya selalu jutek…karyawannya jadi ga semangat kerja deh…, tetapi bila sang boss pandai membangun networking dengan karyawannya, selalu tebar senyum…memberi dukungan pada karyawan yang bekerja dengan baik…membimbing karyawan yang bekerja kurang baik…maka si karyawan pasti betah kerja dengan boss seperti Anda…bahkan bila mereka tidak di gaji sekalipun…(hah..apa mungkin tuh?).

Bahasa kerennya kuper adalah introver…lawannya adalah ekstrover alias seorang yang gaul banget. Orang yang ekstrover mendapatkan gairah hidup dari berinteraksi dengan banyak orang di sekitarnya, karakteristiknya adalah luwes dalam bergaul, senang berada di tengah pesta, dan bertemu dengan orang-orang baru, yang berpotensi mendukung keberhasilan pekerjaannya. Networking nampaknya sudah menjadi hal yang alami bagi mereka. Bagaimana dengan si introver alias si kuper tadi?…Orang dengan tipe introver mendapatkan energi dari dalam dirinya sendiri. Mereka tidak suka bertemu dengan banyak orang, bila pun menghadiri pertemuan maka ia akan berinteraksi dengan hanya beberapa orang saja, juga lebih banyak sebagai pendengar. Bagi seorang kuper membangun networking memang membutuhkan waktu dan usaha, pertanyaannya adalah apakah karena karakterisktik seorang kuper menghalangi mereka dalam membangun networking dibandingkan dengan mereka yang ekstrover?..jawabannya : belum tentu!.

Kenyataannya adalah networking tidak selalu mudah..bahkan bagi seorang ekstrover sekali pun. Pada dasarnya networking adalah usaha membangun hubungan dengan orang lain, bisa dalam bentuk interaksi atau pertukaran informasi. Setiap orang harus punya gaya sendiri dan pendekatan networking yang khas, manjur dan sesuai dengan kepribadiannya,. Bagi si kuper, menjadi pendengar yang baik dan menunjukkan kesediaan untuk membantu orang lain, bisa jadi merupakan modal utama baginya. Esensi dari networking bukan sekedar “gaul” aja atau “luwes” aja, tapi membangun kepercayaan dan hubungan yang bermakna dan mendukung kesuksesan pekerjaan atau bisnisnya.

Kiat-kiat agar si introver dapat mengembangkan gaya dan pendekatan khas untuk menjadi networker canggih adalah sebagai berikut :

1.Eksplorasi Kelebihan, Temukan Keunggulan.

Gali kelebihan yang dapat digunakan untuk mengembangkan hubungan dengan orang lain. Beberapa diantaranya yang khas adalah senang mendengarkan orang lain, bisa mengingat hal kecil, senang membantu, tidak sungkan memberikan pujian.

2.Miliki Alternatif yang Sesuai Gaya dan Kelebihan Anda.

Beberapa kegiatan ini mungkin baik bagi Anda, misalnya:

a. Perkuat hubungan non-tatap muka, misalnya dengan mengirimkan e-mail/SMS berisa cerita, anekdot, atau humor, untuk menyegarkan hubungan.

b. Memanfaatkan kegiatan seminar atau training daripada pergi ke pesta.

c. Kirimkan kartu ucapan selamat, sebagai tindak lanjut dari informasi yang dimiliki atas diri target networking.

3.Tetapkan Target Spesifik dan Realistik

Tujuannya adalah agar Anda dapat mengukur dan mengevaluasi progress dari usaha Anda mengasah ketrampilan networking dan secara bertahap dapat meningkatkan target networking Anda, tentukan, misalnya:

a. Berapa jumlah kontak atau “Say hello” dalam waktu seminggu.

b. Berapa kali melakukan kegiatan bersama dengan klien atau rekan kerja sebulan sekali, bisa berupa makan siang, olah raga atau shopping bareng.

c. Berapa orang yang akan Anda dekati dalam suatu ajang networking.

4.Miliki Skenario

Tak jarang orang introver merasa tidak nyaman bila harus menelepon seseorang yang belum dikenalnya. Adanya panduan dan skenario akan membantu untuk mengembangkan pembicaraan.

5.Pertolongan: Komoditi seorang “networker”

Setiap orang mempunyai kebutuhan akan referensi, di situlah kita bisa mengembangkan networking. Banyak sekali orang tidak kenal restoran yang paling asik. Banyak sekali orang yang beruntung diperkenalkan pada rekanan bisnis baru. Nomor-nomor telepon penting sering tidak dipunyai orang lain. Semua itu bisa menjadi materi sharing yang menarik dan menguntungkan semua pihak. Dengan membiasakan semua ini maka tolong menolong terjadi secara wajar dan otomatis.

Membangun networking merupakan alat untuk membangun hubungan jangka panjang. Siapapun dapat melakukannya, dan banyak alternatif untuk mewujudkannya, sesuai dengan karakteristik pribadi masing-masing. Selamat mencoba.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!